Kepoin yuuu!!

Rabu, 30 Maret 2016

Midwifery? Why not?! I'm Proud to be Midwifery!!

Ketika seorang anak dan orang tua sama-sama bermimpi akan masa depan buah hatinya, mimpi siapa yang harus terlebih dahulu di perjuangkan? mimpi ayahmu, ibumu? atau akan tetap bersikap egois dengan mewujudkan mimpi-mimpimu semdiri?
inilah, sebuah hal  yang selalu menjadi puncak kegalauan Remaja di penghujung selesainya pendidikan mereka dari bangku sekolah mengah atas..
Namaku Indah ari utari, tapi teman-teman lebih mengenalku dengan nama indah arii, oke,, seperti para abg lain yang baru lulus SMA , aku sama-sama punya kegalauan, bingung mau menentukan jurusan apa dan PTN mana yang terbaik untukku, nah sebenarnya puncak kegalauanku bukan itu, tapi waktu dimana aku harus memilih, ya memilih, memilih untuk memperjuangkan mimpi ayah dan ibuku atau memlih untuk tetap egois dengan memperjuangkan mimpi-mimpiku sendiri.
aku bukan abg galau yang gabisa menentukan arah dan tujuan hidup ataupun minat dan bakat, karna dari smp juga aku udah nentuin aku pengen jadi Psikolog, Pokoknya Psikolog, aku sangat tertarik untuk bisa mengerti keadaan orang lain, membuatnya berbagi rasa denganku dan membuat persoalannya selesai, wahh pokoknya aku bakalan ngerasa jadi orang yang sangat bermanfaat kalo kaya gitu, tapi seiring berjalannya waktu, waktu kelulusan SMA pun Tiba, aku sangat bahagia karena aku pikir , yeay! sebentar lagi aku bisa jadi mahasiswa psikologi yang keren, tapi yah lagi-lagi manusia cuma bisa berencana dan Tuhan yang menentukan, jadi sedikit demi sedikit mimpiku luruhh,, bukan karena aku tidak menginginkannya lagi, tapi karena ayah dan ibukulah yang hanya menginginkan aku jadi tenaga kesehatan.. waktu itu aku nolak, nolak keras, aku tetap bersikukuh dengan mimpi-mimpiku,, sampe ahirnya ada suatu malem ibu bilang sesuatu, gini katanya "yaudah gapapa kalo emang itu maunya kamu, ibu sebagai orang tua cuma bisa mendoakan yang terbaik buat kamu" yeeaayyyyy ,, aku pun tersenyum penuh kemenangan mendengar kata-kata itu,, tapi disisi lain hati kecilku merasa berdosa, merasa yaampunn aku gamau jadi anak durhaka, tapikan gak mungkin aku ngejalanin sesuatu yang gasesuai dengan keinginan hati. tapi karena ada kesempatan yang mendapatkan ijin yaudah deh aku daftar jurusan Psikologi di 3 PTN dan PTAIN, dan hasilnya apa?gak ada satupun dari PTN maupun PTAIN itu yang nerima aku jadi mahasiswanya, sedih? pasti! kecewa? tentu!
Disitulah kegalauan yang bener-bener galau melebihi apapun terjadi, aku nyerah, kecewa karna gak bisa buktiin ke ibu bapa kalo apa yang aku mau itu sesuai dengan keinginanku, sampe ahirnya aku bilang "aku bakal coba sekali lagi, kalo aku gagal aku bakal turutin maunya kalian" yah aku punya kesempatana sekali lagi , dan ahirnya aku gagal lagi, hingga akhirnya aku, aku nurutin keinginan mereka buat jadi bidan, ya bidan!
Mereka seneng banget aku mau nurutin apa maunya mereka, bahkan tadinya aku ditentang habis-habisan jangan sampe kuliah dijakrta, tapi sekarang aku kuliah disalahsatu PTS dijakarta. 
awalnya setengah hati aku ngejalanin ini, kuliah masuk setiap hari, belajar ogah-ogahan, tapi pas hari yudisium tiba, waw! aku terkejut banget, IP aku itu menakjubkan untuuk seorang yang terpaksa. bagus!
dari sini aku mulai sadar, mungkin aku sudah mulai nyaman menjalani ini semua, mungkin nasib aku memang disini adanya, yah, doa orang tua dan restu orang tua itu yang terpenting,. dan Tuhan, ini semua tidak lepas dari campur tangan Tuhan, mungkin Awalnya aku melakukan ini demi bapa dan ibu, tapi Tuhan, tuhan tidak memberikan apa yang aku inginkan tapi tuhan memberikan apa yang sebenarnya memang menjadi kebutuhanku, Aku nyaman disini, lagipula, bidan itu kan profesi yang mulia, mulia didunia dan insyaAllah diakhirat, seperti kata seorang dokter 'jalani saja profesi ini sebaik-baiknya, maka gerbang surga sangat dekat, lebih dekat dari spuit, infus & NGT yang kita pegang. apakah tega Allah menjerumuskan mata yang tak tidur demi ikhtiar maksimal menyelamatkan nyawa-nyawa orang yang tidak kita kenal..
yah, sukses memang ada ditangan kita, tapi kita tidak boleh egois dengan menentang kenyataan..
jangan pernah bantah orangtua, terutama Ibu karena Doanyalah yang amat sangat manjur.
aku sekarang udah menjalani jadi mahasiswa Bidan selama hampir 2 tahun, yah aku udah semester 4 sekarang , aku nyaman disini dan aku bangga jadi mahasiswa Bidan.